Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2013

Titik Nadir HAM di Indonesia Oleh Agung Nugraha

          “Ngeri”. Mungkin inilah kata yang bisa kita ucapkan melihat fenomena kriminalitas akhir-akhir ini yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Kriminalitas yang berakhir dengan hilangnya nyawa seseorang begitu sering kita dengar beberapa hari ini. Terasa sangat mengerikan karena kejadian-kejadian pembunuhan tersebut terjadi di ruang-ruang publik.             Di Jakarta misalnya, seorang siswa bernama Christoper Melky Tanujaya tewas di jalanan karena penusukan. Sebelumnya, seorang pelajar yang bernama Rafi juga tewas karena ditusuk di sebuah mall. Kejadian selanjutnya menimpa seorang pelajar lain yang tewas di bus akibat dicerulit pelajar lainnya. Menyusul pengeroyokan seorang mahasiswa Al-Azhar, Ahmad Yoga Fudholi yang akhirnya tewas karena dikeroyok mahasiswa lainnya di kampusnya sendiri karena dituduh mencuri sebuah helm. Semua peristiwa yang disebutkan ini hanya sebagian kecil peristiwa p...

Demonstrasi: di Antara Simpati dan Cibiran

            Dalam dunia demokrasi, penyampaian aspirasi yang dituangkan dalam sebuah aksi demonstrasi merupakan sesuatu yang lumrah. Namun demikian, ada kalanya aksi tersebut menjadi anarkis atau merugikan orang lain sehingga seringkali aksi tersebut malah mengundang kecaman masyarakat dan tak jarang malah menjadi awal dari pertentangan horizontal antara demonstran dan masyarakat.             Mahasiswa adalah elemen dalam masyarakat demokrasi yang sering mempertontonkan aksi demonstrasi. Layaknya dua sisi mata uang, aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa untuk menunjukkan sikap kekritisan terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai kurang memberikan keadilan kepada rakyat, kerapkali berada dalam dua sisi, apakah mengundang simpati masyarakat atau malah mengundang cibiran masyarakat. Simpati masyarakat muncul manakala isu yang dibawakan demonstran sesuai dengan h...