WELCOME RAMADHAN
Ramadhan dan Eksistensi Manusia dalam pandangan Tauhid
Saudaraku yang di rahmati Allah SWT, Benar sekali jika ramadhan adalah bulan pelatihan khususnya pelatihan dan pembinaan bagi terciptanya insan yang mau mengabdi ( ibadah ). Poinnya adalah bagaimana diri sebagai manusia memahami diri dan bagaimana mempertahankan pengakuan akan keberadaannya. konon inilah yang menjadi kebutuhan manusia: membutuhkan keberadaannya diakui (eksistensi ).
Jika kita seringkali ingin menjaga eksisensi dihadapan manusia, maka Ramadhan mengajarkan kepada kita untuk bisa eksis pada pandangan Allah. Bukankah Ramadhan dan ibadahnya di tujukan untuk mencapai ketaqwaan? sebuah tujuan eksistensi yang tak hanya materi...
Eksistensi diri menurutNya
Manusia tercipta dengan haq dan sempurna dalam pandangan Allah, diberikan berbagai macam potensi sesuai kadar dan ukurannya serta diberikan kelebihan dibandingkan makhluk yang lainnya. Hal ini memberikan bukti kemuliaan dan penghargaan allah, sekaligus membuka rahasia tentang makna kita tercipta. Semua memiliki maksud yang seharusnya di jaga agar eksistensi kita tetap ada tanpa cela.ingatlah saat Allah berfirman :
dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-ku. (51:56)
Percayalah, inilah eksistensi kita. saat kita selalu menjaga maksud diciptakan untuk menghamba, maka kita tidak akan melanggar maksud diadakannya diri oleh Ilahi. Sehingga jika melanggar, Selayaknya hati bertanya: " Masihkah pantas kita tercipta?"
Pembaca yang di rahmati Allah. beribadah adalah kebutuhan diri agar tetap diakui keberadaannya sesuai maksud sang Khaliq menciptakan. ketaatan yang dengannya menjadi bukti bahwa diri adalah hamba yang diciptakan dengan maksud dan tujuannya.
Ketaatan kepada Allah dibuktikan dengan kesiapan menjalankan seluruh perintah Allah dan menjauhi seluruh laranganNya, dan inilah nilai ketaqwaan hamba dihadapan sang Khaliq. Ramadhan adalah pembuktiannya. shaum dan shalat dijalankan di bulan ini bukanlah hobi atau tradisi, melainkan perintah Ilahi. Penghambaan inilah yang menegaskan ketauhidan itu.
Hai manusia sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang sebelummu, agar kamu bertaqwa (2:21)
Renungkanlah ayat di atas,tujuan penyembahan pengabdian manusia kepada Allah 100% sama dengan esensi perintah Ramadhan. Wajar jika kita menyataknnya : inilah maksud pelatihan Ramadhan itu, supaya manusia benar-benar ber"IBADAH" mengabdi dan menjadi hambaNya.Saudaraku hamba Allah, Al-Qur'an menyatakan bahwa Ibadah adalah Tunduk Patuh Hanya kepada Allah saja dengan seluruh potensi yang dimiliki baik pikiran, jiwa dan jasad dalam melakuakan amal shaleh. inilah yang akan memberi warna kepada keseluruhan hidup dan kehidupan manusia.
Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa". Barangsiapa mengharap berjumpa dengan Tuhannya, Maka hendaknya ia mengerjakan amal yang shaleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya". (18:110)
Pribadi yang tulus menghamba akan memiliki ketundukan tanpa penyekutuan. Ayat diatas menegaskan " Janganlah ia mempersekutukan...." Sebagai bagian yang menjadi Poin ketundukan hanya kepada Allah. Mari camkan dalam jiwa kita bahwa semua penghambaan itu berbasis hanya kepada Allah bukan karena selainNya. Sahum dan amaliah Ramadhan pun berdasarkan keimanan : "Hai orang-orang yang beriman telah diwajibkan kepadamu berpuasa......" (2:138)
Ramadhan hanya menyeru iman bukan kekuatan fisik, bukan kebiasaan tahunan, bukan puala karena gengsi kepada handai taulan. Begitupun semua ibadah kita yang lainnya, pastikan tidak ada orientasi lain selain sebaga amal bakti kepada-Nya. Bukan eksistensi dihadapan selainNya.
Membicarakan manusia saat menjalankan tugas pengabdianNya, ingatlah bahwa dengan kemuliaanNya Allah mengangkat manusia sehingga memiliki jabatan yang lebih tinggi lagi. sebuah kepercayaan yang tak tanggung-tanggung. Fungsi hidup yang hanya diberikan kepada manusia yaitu Allah mengangkat manusia sebagai khalifah. Ini adalah kodrat manusia tercipta untuk menghamba dan berfungsi sebagai khalifah-Nya.
Sebuah keistimewahan lain dari manusia. ya betul, keistimewaan. karena hanya diberikan kepada manusia. Seperti layaknya Shaum Ramadhan istimewa karena hanya dititipkan kepada Ramadhan.
ingatlah ketika tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat:
"sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi."mereka berkata: "Mengapa engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi iti orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal kami Senantiasa bertasbih dan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?"Tuhan berfirman: "Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."(2:30)
Jika beribadah adalah akhlak makhluk kepada khaliq, maka jabatan atau fungsi khalifah adalah akhlak manusia dalam hubungan dengan makhluk yang lainnya. kita diberikan fungsi untuk mengelola dan menguasai bumi dengan segala potensinya. inilah ketentuan hubungan kita saat berhubungan dengan sesama makhluk allah lainnya.
Manusia lah yang allah percaya. karena allah begitu paham bahwa manusia adalah makhluk dengan sekian banyak kelebihan dan pantas mendapatkan kepercayaan dan apresiasi bukti kehormatan. Kepercayaan inilah yang akan melahirkan kiprah dan peranan hidup sebagai penjaga eksistensi hidup itu sendiri.
Peran Hidup Untuk Berkiprah
Terdapat sebuah cerita dalam AL-Qur'an tentang bagaimana manusia di tinggikan perannya.Hadirnya sebuah proses pemberian amanah yang menjadi bukti eksistensi dan peranan yang akan dijalankan.
Lihatlah, bahwa sebelumnya amanah ini pernah Allah tawarkan kepada langit, bumi dan gunung namun tidak sanggup untuk memikulnya. sehingga dipikullah oleh manusia karena dengan potensinya manusia dipercaya bisa mengembannya dengan optimal.
Sesungguhnya kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, Maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikulah amanat itu oleh manusia.
sesungguhnya manusia itu amat salim dan amat bodoh. (33:72)
Penggunaan kata amanah, menurut Sihabuddin Al-Alusi, merupakan peringatan bahwa semua taklif tersebut merupakan hak-hak yang terus dipelihara; dititipkan dan dipercayakan Allah kepada para mukallaf ; Dan diwajibkan atas mereka untuk ditunaikan dengan penuh ketaatan dan ketundukan; diperintahkan untuk dijaga, dipelihara dan ditunaikan tanpa melanggarnya sedikit pun.
Ramadhan dan Amanah berkiprah
saudaraku yang dirahmati Allah, demikianlah amanah itu. di titipkan kepada kita untuk dijalankan secara totalitas. Dijalankan untuk menjadi bukti dan bekal kiprah hidup kita di dunia. cocok pula dengan ramadhan sebagai bulan kiprah. Maka hadirnya Ramadhan itu sangat pas sebagai bulan yang melatih kita untuk senantiasa ingat : sebagai hamba kita memiliki amanah untuk berkiprah di muka bumi dengan ketundukan kepada Allah SWT..
Komentar
Posting Komentar